Praktik Keimanan
Sertu di Perjalanan: Yang Sebenarnya Perlu Diketahui Pelancong Muslim
Diterbitkan 5 Juli 2026
Sertu — metode Islam untuk menyucikan secara ritual benda atau permukaan yang terkena najis (kotoran menurut syariat) — adalah salah satu hal yang cepat atau lambat dibutuhkan oleh setiap pelancong Muslim dan hampir tidak pernah disiapkan sejak awal. Ini adalah versi khusus perjalanan dari Panduan Sertu lengkap kami: apa yang sebaiknya benar-benar Anda bawa, dan hukum yang tepat untuk situasi yang paling mungkin Anda hadapi di perjalanan di Malaysia.
Versi singkat metode 7 basuhan
Untuk najis Mutawassitah (najis sedang, seperti air kencing manusia setelah disapih, feses, muntah, darah yang mengalir) dan najis Mughallazhah (najis berat, seperti air liur atau sentuhan anjing, dan zat yang berasal dari babi), prosesnya adalah tujuh kali basuhan secara total, salah satunya harus menggunakan air yang dicampur tanah bersih (tanah). Najis Mukhaffafah (najis ringan, seperti air kencing bayi sebelum makan makanan padat, darah dari luka kecil) hanya memerlukan satu kali basuhan air bersih hingga bekasnya hilang.
Penjelasan langkah demi langkah secara lengkap, termasuk persisnya di urutan mana basuhan air-tanah harus dilakukan untuk setiap jenis najis, ada di Panduan Sertu lengkap kami — artikel ini secara khusus membahas penerapannya saat bepergian, saat Anda tidak selalu memiliki tanah atau kamar mandi lengkap di tangan.
Apa yang sebaiknya benar-benar Anda bawa
Sebuah pouch kecil berisi: tablet tanah liat sertu atau sekantong tanah bersih yang tersegel, botol air kosong 500ml yang bisa diisi ulang di lokasi, kain microfiber cepat kering khusus yang dipisahkan dari handuk lainnya, dua pasang sarung tangan sekali pakai, dan kantong zip-lock untuk mengisolasi pakaian yang terkena najis sampai bisa dicuci dengan benar. Produk tanah liat sertu kemasan (dijual dengan nama seperti Clay Miff atau Sertwo Samak) tersedia di toko buku Islam dan apotek di sebagian besar kota di Malaysia dan langsung larut dalam air, yang jauh lebih praktis saat bepergian dibanding membawa tanah lepas.
Empat situasi nyata, dan cara menghadapinya
Air liur anjing mengenai pakaian Anda: lakukan 7 basuhan penuh, satu di antaranya dengan tanah. Jika Anda sedang di luar ruangan dan tidak ada tanah yang tersedia, lakukan 7 basuhan air bersih di tempat, lalu selesaikan sertu yang benar begitu Anda kembali ke hotel atau berada di kota.
Lantai kamar mandi hotel yang terlihat mencurigakan: jika terlihat kotor secara kasat mata, basuhan air biasa sebelum wudhu sudah cukup. Jika Anda secara khusus menduga ada sentuhan anjing, lakukan sertu penuh, atau cukup gunakan sajadah perjalanan untuk salat alih-alih mengandalkan lantai tersebut.
Seekor anjing jalanan menyerempet Anda: sentuhan kering saja tidak memerlukan sertu — aturan 7 basuhan hanya berlaku jika air liur atau basahnya anjing benar-benar berpindah ke Anda.
Popok bayi bocor mengenai sajadah: jika bayi belum makan makanan padat, ini termasuk najis Mukhaffafah (ringan) — satu kali basuhan sudah cukup. Begitu bayi mulai makan makanan padat, perlakukan sebagai najis sedang dan lakukan 7 basuhan penuh dengan tanah.
Panduan Terkait
Apakah Malaysia Ramah Halal? Jawaban untuk Pengunjung Pertama Kali
Malaysia telah menduduki puncak Global Muslim Travel Index selama 11 tahun berturut-turut. Ini yang sebenarnya berarti di lapangan — sertifikasi JAKIM, hotel MFAR, dan apa yang tetap perlu Anda periksa sendiri.
24 Jam Pertama Pelancong Muslim di Malaysia
Versi praktis jam demi jam untuk mendarat di Malaysia sebagai pelancong Muslim — lokasi persis musholla di KLIA, kartu SIM, e-hailing, dan santapan halal pertama Anda.